Skip to content

REDUP SUARA HATI

redup suara hatiku memanggil namamu,
berharap kau datang bersama secuil senyuman,

tapi tak kudapati apapun disana,

hanya ada diriku dan nafas rentaku,

aku tahu,
aku memang tak pernah berarti apa-apa untukmu,
bahkan untuk pijakan kaki mungilmu,

tak ada yang bisa kuperbuat,

aku hanya bisa tersenyum menatap senja,
tersenyum menahan semua luka yang ada,

menyesalkah aku?

tidak…

aku tak pernah menyesal,
meski ribuan luka kuderita,
meski jutaan tahun menjadi sia-sia,

aku tak menyesal,

karena mengenalmu sudah lebih dari cukup bagiku,
meski ahirnya aku hanya bisa terus tersenyum palsu….

by : Aqil da fortress

KUTAMBATKAN HATIKU PADAMU

Seandainya kau tahu

Betapa sulitnya waktuku berlalu tanpamu

Seandainya kau mengerti

Betapa perihnya hatiku kau sakiti

Tapi kau hanya ingin tahu

Seberapa besar cintaku padamu

Seberapa dalam rindu ini ku simpan untukmu

Kau salah. . .

Cintaku kecil padamu

Lebih kecil dari kuku kuku jarimu

Tapi slalu ada. . .

Rinduku dangkal untukmu

Lebih dangkal dari mata kakimu

Tapi tetap terisi air

Cukup untuk menyegarkan hidupmu

Apalah arti cinta bila tak saling mencinta?

Apalah arti abadi bila tak saling mengerti?

Tapi cintaku tak seperti kata mutiara

Cintaku nyata

Yang tidak hanya sesaat melenakan mata

Tapi cintaku?

Bersemi laiknya turi yang tumbuh di tengah tengah ilalang

Tetap putih meski dihempas derasnya hujan

Tetap bersemi di tengah terik matahari

Itulah cintaku,

Yang hanya padamu

Ku tambatkan

by : Aqil da fortress

ANDAI KAU TAU

andai kau tau

betapa ku mengagumimu

andai kau tau rasa ini hanya untukmu

andai kau tau

bahagiaku ketika melihat senyumu

 

tapi kau tak pernah tau

atau sekedar mengerti

bahwa rasa ini sangat menyiksa diri

 

ki ingin suatu saat nanti

kau kan memandang diri ini dan tersenyum

 

karena senyumu terlalu berarti

bagi diriku yang tak pernah memiliki arti

 

by : Aqil da fortress

UNGU

memandang langitku yang ungu

seperti warna matamu

ketika sinar matahari terangi senyumu

 

lihatlah…

jiwaku masih disini

menunggumu…

menunggu kepak sayapmu hinggap di tangkai rapuhku

 

resapilah..

rasaku yang kan selalu ada

mengalir diantara tebing jiwa

hingga nanti sinarmu mengeringkanya

 

aku adalah rindu

dan kau adalah puisi

yang tak kanpernah  terbagi

hingga berhenti nafas berat ini

 

by : Aqil da fortress

LAMPU KECIL

Dinda..

 

bagiku kau adalah sebuah lampu kecil,

dengan sinar yang mungil,

 

bukan terik sinar mentari,

yang terbit di saat pagi dan tenggelam di senja hari..

 

kau juga bukan redup sinar rembulan,

yang bangun bersama senja..

dan terlelap ketika fajar tiba,

 

kau hanya sebuah lampu kecil,

tapi kan selalu ada menerangi jiwaku,

dikala siang, fajar ataupun senjaku..

 

maka kumohon tetaplah disini,

hingga suatu saat nanti,

ketika nafasku tak lagi berarti…

 

by : Aqil da fortress

KU TITIPKAN HATIKU

Kasih,

Aq tau,
Dinginya hidup akan membuatmu menggigil,

Kesombongan takdir akan membuatmu kecewa,

Maka kan kutitipkan hatiku bersama langkahmu,
Untuk menghangatka rasamu,

Dan jagalah hatiku dengan lembut,
Karena hatiku tak lebih keras dari gelas yang tipis,

Dan peliharalah hatiku,
Karena hanya itu satu-satunya yg kumiliki didunia ini,

Bila suatu saat nanti kau tak lagi membutuhkanya,
Aq berharap kau terus menyimpanya,

Karena padamulah hatiku telah tertambatkan,

takut untuk mencintai

Aku masih takut untuk mencintai..

 

Bukanya aku tak punya cinta,

Tapi aku takut cintaku tak dapat membuatmu bahagia,

 

Aku telah lama menunggu cinta bersemi,

Dalam gersang hatiku yang telah lama kering,

 

Sudah terlalu banyak detik yang sia-sia,

Sudah terlalu banyak nafas terbuang percuma,

 

Namun aku telah cukup bahagia,

Karena dirimu yang kini ada,