Skip to content

REDUP SUARA HATI

November 7, 2012

redup suara hatiku memanggil namamu,
berharap kau datang bersama secuil senyuman,

tapi tak kudapati apapun disana,

hanya ada diriku dan nafas rentaku,

aku tahu,
aku memang tak pernah berarti apa-apa untukmu,
bahkan untuk pijakan kaki mungilmu,

tak ada yang bisa kuperbuat,

aku hanya bisa tersenyum menatap senja,
tersenyum menahan semua luka yang ada,

menyesalkah aku?

tidak…

aku tak pernah menyesal,
meski ribuan luka kuderita,
meski jutaan tahun menjadi sia-sia,

aku tak menyesal,

karena mengenalmu sudah lebih dari cukup bagiku,
meski ahirnya aku hanya bisa terus tersenyum palsu….

by : Aqil da fortress

Iklan

From → Puisi Cinta

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: